Bojonegoro – Fenomena gaya hidup sehat kembali menjadi perhatian publik setelah seorang guru SMPN 1 Kasiman, Ahmad Zaki Febiansyah, viral di media sosial karena memilih berangkat kerja dengan cara berlari atau dikenal dengan istilah “run to work”.
Aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya pengguna media sosial yang menilai langkah tersebut sebagai contoh nyata penerapan gaya hidup aktif di tengah rutinitas kerja.
Secara tidak langsung, fenomena ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang mulai mendorong penerapan gaya hidup sehat melalui program Bike to Work (B2W) bagi ASN sejak 30 Maret 2026.
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kebugaran sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor. Selain berdampak pada kesehatan, kebijakan ini juga dinilai berkontribusi terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah melakukan langkah efisiensi anggaran dengan memangkas pengeluaran pada kegiatan tertentu, seperti perjalanan dinas dan acara seremonial. Anggaran yang dihemat diarahkan untuk program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan bahwa penerapan gaya hidup aktif perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Faktor keselamatan, jarak tempuh, serta fasilitas pendukung seperti jalur yang aman tetap menjadi perhatian penting.
Fenomena “run to work” yang dilakukan oleh Ahmad Zaki menjadi contoh bahwa perubahan pola hidup dapat dimulai dari kesadaran pribadi. Jika dilakukan secara konsisten dan didukung oleh kebijakan yang tepat, langkah kecil tersebut dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dan lingkungan.
Ke depan, sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya hidup sehat yang berkelanjutan di Bojonegoro. (Red)